-

Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan

Waspada Kejahatan Media

Senin, 12 Desember 2011

Bersikap arif dan cerdas dalam menyikapi setiap pemberitaan menjadi hal penting yang harus kita miliki saat ini. Sebab kalau tidak maka kita akan menjadi korban utama pemberitaan media. Harus akui setelah era reformasi media massa tumbuh subur, dan tak jarang pula ada yang sengaja memanfaatkan moment kebebasan pers untuk mencari keuntungan pribadi dan golongan. Untuk itu mari kita waspadai kejahatan terselubung media dengan dalih kebebasan pers. Salam aksara....

Selengkapnya.....

Hatta Resmi Diusung PAN Jadi Capres, Tim Pemenangan Presiden Disiapkan

Minggu, 11 Desember 2011

Detik: Ketua Umum PAN Hatta Rajasa akhirnya masuk dalam bursa calon presiden 2014-2019. Hatta didukung penuh oleh setiap konstituennya di DPD seluruh Indonesia.

"Setelah memperhatikan sungguh-sungguh usulan dan saran melalui pandangan umum DPW dengan mencatat aspirasi daerah tentu seluruh peserta Rakernas mengusulkan Hatta Rajasa menjadi calon presiden 2014-2019," kata Sekjen PAN Taufik Kurniawan dalam sidang rapat Pleno II Rakernas PAN, di PRJ Kemayoran, Jakarta, Minggu (11/12/2011).

Selain mendengarkan dan memutuskan siapa capres 2014-2019 dari PAN, dalam Rakernas itu juga disepakati akan dibuat sebuah tim khusus untuk memenangkan Hatta dalam pemilu mendatang.

"Menugaskan dan memandatkan ke depan untuk segera membentuk tim pemenangan presiden dengan meningkatkan seluruh komponen yang ada di seluruh wilayah," ujarnya.

Taufik juga menegaskan jalannya Rakernas PAN tahun ini berjalan dengan baik dan lancar. Termasuk semua pihak mendukung pencalonan Hatta Rajasa.

"Dengan ini sidang rapat pleno II ditutup. Hidup Hatta Rajasa," teriak Taufik yang kemudian disambut teriakan senada oleh para peserta Rakernas sambil mengepalkan tangan mereka ke udara.

Selengkapnya.....

PKL, Diberi Kredit tapi Dikejar-kejar Juga..

Senin, 05 Desember 2011

Kompas: Kadang memang tidak mudah menilai kebijakan pemerintah. Antara satu kebijakan dengan kebijakan lain suka tidak nyambung, membuat kita sulit menerka sebenarnya maunya pemerintah itu apa.

Sekitar 3-4 bulan lalu saya diundang sebuah instansi pemerintah yang khusus menangani masalah kemiskinan untuk diskusi, bersama beberapa orang lain tentu saja. Di situ pemerintah menyampaikan berbagai programnya, yang intinya bertujuan untuk mempercepat proses penanggulangan kemiskinan.

Tapi dari apa yang dipaparkan, saya hanya melihat aspek “membantu orang miskin” melalui berbagai paket bantuan. Itu tidak salah, tapi tidak cukup untuk memecahkan masalah kemiskinan. Memecahkan kemiskinan juga harus dilakukan, dan terutama, melalui upaya untuk membuat orang miskin menjadi tidak miskin, dan itu hanya bisa dilakukan melalui pasar kerja. Idealnya, pemerintah mendorong penciptaan lapangan kerja bagi orang miskin. Kalau tidak bisa, dan kelihatannya memang demikian, maka pemerintah harus mendukung upaya mandiri yang dilakukan orang-orang miskin dalam memperoleh pekerjaan.

Saya pribadi melihat, menjadi pedagang kaki lima (PKL) merupakan salah satu solusi mandiri yang diambil oleh orang-orang ‘kecil’. Tapi pemerintah kelihatannya tidak mendukung upaya itu. Buktinya, semakin banyak pemerintah daerah yang ‘anti PKL’. Berkali-kali diberitakan melalui media massa, PKL digusur dan diusir, dengan alasan “mengganggu keindahan”, dan pemerintah (pusat) membiarkan terjadinya penggusuran dan pengusiran itu (lihat Gambar). Tidak jarang razia PKL diikuti dengan perampasan barang-barang milik PKL, yang hanya bisa diambil kembali dengan membayar sejumlah uang. Padahal pemerintah selalu bilang “pro poor” dan tidak pernah bilang “pro keindahan”.

Saya tidak bilang keindahan (dan ketertiban) itu tidak penting, tapi jelas tidak lebih penting dibandingkan upaya mencari penghasilan. Apalagi di negara yang jumlah penduduk miskinnya masih lebih dari 30 juta dan pemerintahnya berulangkali berkoar tentang kebijakan “pro poor” seperti Indonesia ini.

Waktu hal itu saya kemukakan dalam diskusi, tanggapan pihak pemerintah tidak positif. “Itu tidak ada dalam tupoksi kami. Kalau didiskusikan di sini bisa panjang lebar. Nanti kita bisa cari waktu khusus untuk mendiskusikannya,” kata pimpinan instansi itu.

Saya tentu saja kecewa dengan jawaban itu, tapi memilih untuk tidak memperpanjang, mengingat waktu yang memang terbatas.

Ingatan saya tentang diskusi itu kembali muncul saat membaca berita di berbagai media, bahwa pemerintah berencana memberikan KUR (kredit usaha rakyat) kepada PKL. Itu disampaikan oleh Menteri Negara Koperasi dan UKM.

OK, boleh juga.. Tapi saya jadi bingung (lagi). Sebenarnya maunya pemerintah apa sih? Kalau memang mendukung perkembangan PKL, mestinya pemerintah bisa menginstruksikan semua pemda untuk mengatur PKL di daerahnya tanpa harus menggusur dan mengusirnya. Kota Solo, misalnya, bisa dijadikan contoh. Tidak semua bisa diselesaikan, memang, tapi Walikota Solo membuktikan bahwa PKL bisa ditangani secara manusiawi, tidak pakai gusur menggusur dan usir mengusir.

Atau pemerintah memang menganggap PKL sebagai ‘penyakit’ karena banyak menggunakan fasilitas-fasilitas umum dan ‘mengganggu keindahan’? Kalau memang demikian, kenapa akan diberi kredit segala?

Pemerintah, pliiis dech!

Selengkapnya.....

Lomba Karya Tulis Dalam Rangka Hari Nusantara 2011

Rabu, 07 September 2011

Kemdiknas: Lomba Karya Tulis Dalam Rangka Hari Nusantara 2011 diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan (Kemham).
Tema: " Melalui Peringatan Hari Nusantara, Kita Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa Dalam Wadah NKRI Dengan Meningkatkan Kemampuan Pertahanan Dalam Rangka Menuju Negara Maritim "

Pelaksanaan:

Batas Pengiriman Naskah: 29 September 2011
Pengumuman Pemenang : 25 Nopember 2011
Penyerahan Hadiah : 13 Desember 2011
Kententuan Pemenang : Diambil 4 Pemenang dari 10 Nominator

Kategori Peserta:

1. Pelajar: SMA / SEDERAJAT
2. Umum : Mahasiswa dan Masyarakat Umum, TNI, POLRI

Kriteria Penulisan:

Orisinalitas: Tulisan merupakan hasil dari gagasan dan pikiran penulis dan bukan merupakan hasil Plagiasi

Kesesuaian dengan tema: Karya yang disampaikan harus sesuai dengan Tema yang telah ditentukan oleh panitia lomba karya tulis.

Inspiriratif: Karya Tulis dapat memberikan inspirasi dan memberikan nilai positif bagi para pembaca.

Motivatif: Pembaca termotivasi dan mendapatkan semangat baru sehingga dapat memberikan ide dari karya tulis tersebut.

Tulisan Obyektif dan Menarik: Karya tulis harus berdasarkan informasi yang ilmiah dan dapat dipertanggung jawabkan serta menarik pembaca untuk mengikuti alur ceritanya.

Ketentuan Penulisan:
1. Naskah diketik dengan Font Arial 12.
2. Ukuran Halaman Kertas A4.
3. Naskah ditulis dengan Spasi 1,5.
4. Panjang Tulisan: Pelajar: ± 2000 Kata dan Umum: ± 2500 Kata.
5. Identitas penulis ditulis terpisah dari naskah karya tulis
6. Satu Perserta hanya diperbolehkan mengirimkan satu karya tulis.
7. Naskah yang dikirimkan bukan naskah yang pernah mendapatkan penghargaan atau sedang diikutkan dalam lomba karya tulis lain.
8. Naskah Karya tulis yang dinyatakan sebagai juara (I S.D III Serta Juara Harapan) Menjadi hak Panitia Lomba.
9. Naskah dikirim paling lambat 29 September 2011 ke alamat panitia lomba karya tulis sebagai berikut: astri.virgiani@kemhan.go.id


Publikasi
Lomba ini akan dipublikasikan melalui media cetak dan media elektronik nasional.

Hadiah :

Kategori Pelajar :

Juara I : 8 Juta
Juara II : 5 Juta
Juara III : 3 Juta
Juara Harapan: 2,5 Juta

Kategori Umum :

Juara I : 12 Juta
Juara II : 8 Juta
Juara III : 5 Juta
Juara Harapan: 3,5 Juta

Selengkapnya.....

Ujian Masuk Bersama (UMB) 2010

Senin, 26 April 2010


Ujian Masuk Bersama (UMB) 2010
Jadwal UMB-PTN 2010
Pembayaran Di Bank BNI: 22 Februari – 19 Mei 2010
Pendaftaran Online: 12 April 2010 – 19 Mei 2010
Ujian Tulis (Satu Hari) : 22 Mei 2010
Pengumuman: 08 Juni 2010

Info selengkapnya klik disini

Selengkapnya.....

Sekilas tentang UNJA

Kamis, 08 Januari 2009


Pada tahun 1960, berdiri Akademi Perniagaan Djambi yang bernaung di bawah Jajasan Perguruan Tinggi Djambi. Yayasan ini didirikan atas prakarsa tokoh-tokoh masyarakat dan Pemerintahan Jambi waktu itu dan diketuai oleh R. SUDARSONO yang waktu itu menjabat sebagai Walikota Jambi. Selanjutnya pada tahun 1961, Akademi Perniagaan Djambi berubah menjadi Fakultas Ekonomi bersamaan dengan pendirian Fakultas Hukum, keduanya berafiliasi ke Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Berbekal dengan adanya dua Fakultas tersebut, tokoh-tokoh masyarakat dan Pemerintah Daerah Jambi memperjuangkan berdirinya sebuah perguruan tinggi di Jambi melalui Panitia Persiapan Pendirian Universitas Negeri Jambi. Dengan Keputusan Menteri PTIP Nomor 105 Tahun 1962 tanggal 15 Agustus 1962 dibentuklah Panitia Persiapan Pendirian Universitas Jambi. Panitia ini diketuai oleh Kolonel M.J. SINGEDEKANE, yang pada waktu itu adalah Gubernur Provinsi Jambi.

Hasil kerja Panitia ini adalah berdirinya pada tanggal 1 April 1963 Universitas Negeri Jambi yang dikukuhkan dengan Surat Keputusan Menteri PTIP Nomor 25 Tahun 1963 tanggal 23 Maret 1963. Panitia Persiapan Pendirian Universitas Negeri Jambi kemudian membuka dua Fakultas Baru yaitu Fakultas Pertanian dan Fakultas Peternakan, sehingga pada saat diresmikan tanggal 1 April 1963, Universitas Negeri Jambi memiliki empat Fakultas yaitu Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum, Fakultas Pertanian dan Fakultas Peternakan. Mulai saat itu, tanggal 1 April dijadikan sebagai tanggal Dies Natalis Universitas ini.

Dalam tahun 1966 keluar Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 148 yang menetapkan berdirinya Universitas ini dengan nama Universitas Jambi. Namun karena suatu dan lain hal Surat Keputusan Presiden tersebut tidak sampai di Jambi, maka selama bertahun-tahun hingga keluarnya Keputusan Presiden Nomor 41 Tahun 1982 Universitas ini bernama Universitas Negeri Jambi. Keputusan Menteri PTIP Nomor 25 Tahun 1963 di samping menetapkan berdirinya Universitas Negeri Jambi, menetapkan suatu Presidium yang bertugas memimpin Universitas ini yaitu Kolonel M.J. Singedekane selaku Gubernur Jambi yang tadinya menjabat Ketua Panitia Persiapan. Masa kepemimpinan Universitas dengan sistem presidium ini berjalan dari awal berdirinya tahun 1963 sampai tahun 1977. Sistem ini berakhir dengan diangkatnya Drs. Kemas Mohamad Saleh sebagai Pejabat Rektor oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

Sejarah mencatat nama-nama Ketua Presidium yang telah memimpin Universitas ini sebelum perubahan tersebut.

1. Kolonel M.J. Singedekane, 1963-1966
2. H. A. Manap, 1966-1968
3. R.M. Nur Atmadibrata, 1968-1974
4. Djamaluddin Tambunan, S.H. 1974-1977

Pada tanggal 12 September 1980 Drs. Kemas Mohamad Saleh yang memangku jabatan Pejabat Rektor diangkat selaku Rektor. Dan sejak itu berakhirlah masa transisi dalam kepemimpinan Universitas ini. Sejak Januari 1985 telah pula diangkat Rektor yang kedua Universitas ini yaitu Ir. S.B. Samad dan berakhir pada bulan Desember 1994. Maka dengan demikian Rektor Universitas Jambi adalah sebagai berikut:

1. Drs. Kemas Mohamad Saleh (1977-1984)
2. Ir. S.B. Samad (1985-1994)
3. Prof.DR.Ir.H.Soedarmadi Hardjosuwignyo, M.Sc (1994-1999)
4. Prof.DR.Ir. Ali M.A. Rachman, M.A (1999-2003).
5. H. Kemas Arsyad Somad, SH, MH (2003 – Sekarang)

VISI, MISI dan TUJUAN UNIVERSITAS

Visi Universitas Jambi Tahun 2005-2010
Dengan paragdima baru Universitas Jambi sebagai Perguruan Tinggi Negeri terkemuka di Provinsi Jambi, disusun Visi Universitas Jambi sebagai berikut :

Terwujudnya Universitas Jambi menjadi Lembaga Pendidikan Tinggi yang bermutu dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau seni, menghasilkan sumberdaya manusia yang berkualitas mandiri dan bertanggung jawab, terbuka serta peka terhadap kepentingan, aspirasi maupun harapan bangsa dan masyarakat dengan unggulan di bidang pertanian dalam arti luas.

Misi Universitas Jambi
Untuk mewujudkan Visi diatas, maka disusun Misi Universitas Jambi sebagai berikut :

1. Mengangkat martabat masyarakat dan bangsa melalui penyediaan kesempatan menimba ilmu bagi masyarakat, pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau seni melalui penelitian dan pemenfaatannya untuk kepentingan masyarakat melalui pengabdian kepada masyarakat.
2. Membangun dan mengembangkan dirinya menjadi universitas bermutu, mandiri dan terbuka terhadap perkembangan pada lingkungan luarnya maupun dinamika dari lingkungan dalamnya.
3. Menampilkan diri sebagai lembaga modern dan dinamis.

Tujuan Universitas Jambi
Dengan berpijak pada Visi dan Misi sebagaimana dikemukakan di atas, kehadiran Universitas Jambi di tengah-tengah masyarakat bertujuan untuk :

1. Mempersiapkan peserta didik yang berilmu, kreatif, berdisiplin dan berdedikasi tinggi mampu menyesuaikan diri dan bersaing dalam pengembangkan Ilmu Pengetahuan Teknologi dan/atau Seni guna mewujudkan Tridharma Perguruan Tinggi secara profesional demi kemajuan bangsa dan negara dengan berbekal iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Mengembangkan wadah disiplin keilmuan bagi tenaga pengajar dan mahasiswa mahasiswa sehingga dapat meningkatkan dan mengembangkan prestasinya untuk berperan serta dalam pembangunan.
3. Mengembangkan suasana demokratis yang mendukung kebebasan akademik, kebebasan mimbar akademik dan otonomi keilmuan, agar sivitas akademika secara bertanggung jawab dapat menyumbangkan pemikiran yang kostruktif dan kreatif, baik bagi pengembangan Ilmu Pengetahuan Teknologi dan/atau Seni serta kebudayaan maupun pembangunan daerah dan nasional.
4. Mengembangkan dan menyebarluaskan Ilmu Pengetahuan Teknologi dan/ata Seni serta mengupayakan penggunaannya dalam rangka meningkatkan taraf kehidupan masyarakat, melestarikan dan memperkaya kebudayaan nasional serta berperan dalam pembangunan daerah maupun nasional.
5. Membuka dan memberi kesempatan kepada masyarakat Jambi untuk berkembang menjadi masyarakat modern yang menghayati iman dan taqwa serta menguasai Ilmu Pengetahuan Teknologi dan/atau Seni.

Lebih Lengkap

Selengkapnya.....